Wanagama – Kisah Sukses Reboisasi Tanpa Pamrih


Jika tak ada tekat dari Oemi Han'in, maka Wanagama sendiri tidak akan terwujud. Mengapa? Ini sebab sang Srikandi tersebut dengan gigih melakukan reboisasi lahan kritis bukit kapur menjadi bukit hijau yang sangat teduh seperti yang kita kenal sekarang ini. 

Sebuah mahakarya yang berhasil menarik perhatian Pangeran Charles dan seluruh masyarakat di dunia, dari lahan yang tandus hingga menjadi lahan yang rindang merupakan sebuah kesuksesan yang memberikan kepuasan batin bagi siapa saja yang melihatnya. 

Lahan Kritis Kini Kembali Subur 


Ketika Anda mengunjungi Wanagama yang terletak di empat desa di Kecamatan Patuk dan Playen, Gunungkidul, Anda tidak akan menyangka, bahwa dulunya lahan ini sebelum menjadi lahan yang rindang merupakan lahan kritis yang tandus, gersang dan panas yang keadaan ini tak lain disebabkan oleh aktivitas penebangan liar. 

Keprihatinan akan lahan kering ini menggugah Prof. Oemi Hani'in Suseno dari Fakultas Kehutanan Gadjah Mada untuk mewarnai hijau kembali lahan yang tandus ini. Dimulai dari tahun 1964, menggunakan uang pribadi, beliau sudah mulai menghijaukan Wanagama yang pada saat itu hanya seluas 10 hektar. Kegigihan beliau beserta rekan-rekannya dengan tekan untuk menghijaukan kembali lahan ini terbayar dengan keberhasilan saat ini yang berhasil membawa hamparan hijau seluas 600 hektar seperti yang kita ketahui saat ini. Dengan usahanya yang gigih ini, Prof. Oemi berhasil mendapatkan anugerah Kalpataru yang merupakan penghargaan tertinggi di Indonesia untuk urusan lingkungan. 

Daerah yang mulanya tandus ini telah kembali menjadi kawasan alami yang kental, bahkan berubah total. Wanagama sendiri kini tampil bak miniatur hutan, ini karena di dalam kawasan hijau ini, Anda dapat menemukan rupa-rupa tanaman dari banyak daerah di seluruh Indonesia. Beberapa tanaman yang terkenal bisa temukan di sini, seperti pohon akasia yang merupakan pohon penghasil kayu yang diandalkan oleh HTI (Hutan Tanaman Industri) di Indonesia. Ada juga pohon kayuputih yang dikenal dengan penghasil minyak atsiri berguna untuk menghangatkan badan. Ada juga pohon khas Sumatra, yakni pohon pinus. Jenis pohon lain yang ditemukan di sini adalah eboni (Diospyros celebica) Si Kayu Hitam dari Sulawesi, cendana (Santalum album) Si Pohon Wangi, murbei (Morus Alba) dan jati (Tectona grandis).

Kesuksesan Wanagama sendiri berhasil menarik perhatian dari Pangeran Charless, yang akhirnya Pangeran Charless juga meninggalkan jejaknya dengan menanam pohon jati pada tahun 1989. Mengelilingi kompleks hijau ini memang akan membuat perasaan Anda tenang dan mendapatkan kepuasan batin yang tak terkira. Tempat wisata alam ini juga mudah untuk dikunjungi menggunakan kendaraan seperti sepeda motor. Jika Anda berencana untuk mengunjungi Wanagama dengan menggunakan sepeda motor, maka Anda bisa memanfaatkan sewa motor jogja dari MANDIRI MOTOR. Hadir dengan pelayanan terbaik, MANDIRI MOTOR akan memudahkan Anda berwisata ke tempat wisata terkenal di Yogyakarta. Untuk menghubungi tempat sewa motor terbaik di jogja, Anda bisa menghubungi via nomor berikut 085743130870. 

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Wanagama – Kisah Sukses Reboisasi Tanpa Pamrih"

  1. Bagi kamu yang mendukung banget lingkungan sekitar serta ingin penghijauan, ayo dukung kami sebagai kemasan makanan kertas yang wajib digunakan untuk pengganti plastik. Lebih banyak tentang kami dapat Anda temukan di sini http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete
  2. definately enjoy every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff of your blog a must read blog! Toronto Limousines

    ReplyDelete
  3. Extraordinary things you've generally imparted to us. Simply continue written work this sort of posts.The time which was squandered in going for educational cost now it can be utilized for studies.Thanks Toronto Limo Service

    ReplyDelete
  4. I really like your blog. Great article. It's most evident, people should learn before they are able to Oakville Party Bus

    ReplyDelete